Semua terjadi dengan sederhana, aku
mencintainya dan dia tidak. Cintaku bukan bertepuk sebelah tangan, akan tetapi
hanya cintanya telah habis dengan benci yang dia pendam kepadaku. Oh, semudah
inikah rasa benci itu bersarang di benaknya? Benci itu seakan membesar dan
semakin hari semakin menghantuiku. Memang mungkin kata maaf tidak akan cukup
dengan besar bencinya kepadaku. Yang aku cari bagaimana caranya agar dia bisa
berbalik kepadaku, setidaknya menjadi teman dekatnya lagi.
Seandainya dia tahu aku hanya ingin
memperbaiki masa laluku denganya yang dulu pernah ada kesalahan, memang aku
tidak bisa membuatnya kembali ke masa lalu, akan tetapi aku mencoba membuatnya
agar bisa menghargai dan berpikiran ada masa depan di luar sana. Akan tetapi,
semuanya berubah saat dia membandingkan aku yang dulu dengan aku yang sekarang.
Percayalah, aku bukan aku yang dulu dengan seribu macam kekhilafan.
Hai, wanita yang pernah aku miliki, kita
pernah dekat, kita pernah bersama, kita pun pernah bercanda ceria bersama dan
kita pun pernah menangisi kisah sedih kita bersama. Ya, aku pun tau tentangmu
dan engkau pun tau tentang duniaku. Kita pernah mengarungi indah cinta bersama
walau sebentar, tetapi itu sangat berarti bagiku. Sejak mengenalmu dulu aku
pernah memiliki rasa, ya dulu aku hanya seorang pecundang tanpa tau artinya
cinta, hingga akhirnya kita pun bisa dekat dengan sebuah pertemuan yang manis,
di saat kita menghadapi ujian. Aku yang memendam rasa hanya bisa mencoba peduli
denganmu dan mencoba menjaga semua tingkahmu saat bersamamu. Aku sangat ingat
kejadian itu, yang aku pikirkan siapa diriku dan pangkatku agar bisa menjadi
milikmu? Tentang percintaan saja saat itu aku sedang gagal dan di lukai oleh
perempuan lain, bodohnya diriku. Akan tetapi aku salah, kau juga memiliki rasa
yang sama denganku. Akhirnya aku bisa dekat dengamu!
Ku coba arungi kisahku denganmu, yang
aku rasa saat itu hanya cinta sesaat. Buktinya aku belum bisa bangkit dari
ketepurukanku saat lepas dari seorang perempuan lain yang telah menyakiti lelaki
tanpa tau apa arti cinta ini. Ya, dia perempuan jahat yang membuatku tak begitu
memperdulikanmu.
Telah lama kita membuat kisah kita
sendiri dengan jalan yang berbeda-beda, kita kembali di pertemukan di sebuah
kisah kita bersama. Di saat kita bisa kembali bersama, di saat kita memang
dalam sebuah ikaatan cinta dan ikatan sayang. Tetapi hatiku salah, hatimu
memilih seorang lelaki yang pernah ada di hatimu dan ternyata lelaki itu pernah
menyakitimu hingga kau hanya meingatnya tanpa memikirkan bagaimana aku. Sungguh
puaskah kau membalas semua yang pernah terjadi kepadamu dulu? Ya, aku lelaki
sejati, aku pantang untuk memaksa seseorang agar mencintaiku luar dalam. Aku biarkan
engkau pergi bebas dengan kegalauanmu, ku coba untuk menemanimu agar engkau
bisa sendiri tanpa memikirkan sakit hatimu dari semua lelaki yang pernah datang
dan berkunjung di hatimu. Engaku pun mulai nyaman dengan kedekatan kita,
walaupun sebatas teman tapi aku tetap bersyukur, mungkin dengan cara inilah aku
bisa memperbaiki kesalahanku dulu kepadamu.
Akan tetapi semua berubah, engkau pun
juga berubah hingga engkau pun sangat benci kepadaku. Aku hanya manusia bodoh
tanpa tau salahku apa. Bukan, aku tau salahku tetapi aku berusaha tidak tau
agar aku tidak terlalu sakit mendengarnya. Aku mencoba mengingatkanmu dengan
kata maafku dan berkata untuk selalu mengingat tuhan, akan tetapi itu begitu
sia-sia, engkau tetap acuh denganku dan membuat aku membenci diriku sendiri.
Dan sekarang akhirnya aku hanya bisa
melihatmu dalam diam, mencintaimu dalam hati, mendoakanmu dalam setiap doaku
dan menatap dirimu dalam kesendirian. Ku akui, aku menyayangimu dan aku tau itu
mungkin tidak akan pernah lebih karena bencimu sekarang kepadaku. Akan tetapi,
aku selalu menatapmu dalam kesendirian, aku menyampingkan sikap lambat
menanggapmu, aku hanya melihat betapa indahnya karya surga yang di ciptakan di
bumi sepertimu. Rasa tulusmu yang tidak pernah ingin menyakiti hati orang lain
sangat ku kenang, hingga akhirnya engkau harus bisa memaafkanku lagi dan kita
bisa bersama lagi tanpa tau semua itu terjadi kapan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar