Terkadang
dalam hidup kita memerlukan seseorang yang bisa memabuat kita menjadi sosok
yang berarti, merasa bila di dekatnya kita bisa jadi apapun yang kita mau dan
di depannya lah kita merasa kita mempunyai rasa mencintai, menyukai dan
menyayangi yang mendalam. Ya, akhir-akhir ini aku menemukan orang tersebut, dia
memang bukan wanita yang selalu di inginkan oleh setiap lelaki seperti aku. Hanya
saja sifat yang berbeda di sampaikannya lewat chat dan saat berjumpa langsung. Dia
memiliki aura tersendiri! Memang di chat media social dia begitu cuek, seakan
kita tak pernah bisa membandingkan dia itu merespon kita atau engga, dan
ternyata di dunia nyata saat mata kami saling bertatap, mulut kami saling
beradu argument dalam kami berbicara dia memang orang yang seru, tak
membosankan dan dia membuat aku merasa nyaman dengan kehadirannya di sampingku.
Dari puluhan wanit yang pernah aku dekati mengapa hanya dia yang aku berpikir
ingin aku ajak lebih serius, entah karena dia menarik atau apapun aku sendiri
tak dapat mendefiniskannya. Dia berbeda, dan itu saja yang dapat aku simpulkan.
Dari awal aku kenal dia, beberapa foto
yang di pajangnya di media social selalu aku simpan. Untuk apa? Hanya untuk
dapat melihat inilah wanita yang memang aku sukai. Kenapa? Aku tidak tau,
karena aku hanya punya alasan bahwa aku suka melihatnya. Dia bahkan pun bisa
membuat aku tenang, dia memang cewe yang cuek, tapi dia perhatian. Seakan aku
layak untuk melakukan pengorbanan apapun untuknya. Perlahan tapi pasti, aku
mulai menyayanginya.
Dalam
larut perjalan waktu, kami melakukan hal yang romantis. Aku senang, kenapa? Karena
orang yang aku sayang bisa sedekat ini denganku, melewati setiap jalan kenangan
dengan perasaan yang berdebar. Sedikit rasa cintaku mulai bertambah, tak ada
yang diragukan hanya saja ada yang aneh
Hari itu seakan hari yang beruntung dan
hari yang buruk, dia berubah seakan tak pernah mengenal kami satu sama lain. Dia
beragumen aku yang salah, dan aku sebaliknya. Padahal ini hanya sebuah masalah
yang seharusnya bisa diselesaikan seandai kata dia memang niat denganku. Dia memang
kecewa denganku, tapi aku seakan lebih kecewa di buatnya seperti ini. Terlalu banyak
pengharapan yang sudah aku gantungkan kepada dirinya, terlalu banyak keinginan
dan cita-cita yang aku harapkan kepadanya. Tapi sekarang malah seperti ini, aku
akui aku salah, tapi akibatnya tidak harus seperti ini. Kami memang saling
membawa perasaan masing-masing, hanya saja aku hanya ingin dia mengetahui aku
ingin lebih banyak berjuang untuk mendapatkannya daripada harus seperti ini.
Dia mungkin tak tau aku sedang rapuh
tanpanya, dia sudah menjadi kebiasaanku yang memang selalu harus ada di
sampingku. Bisa apa aku dengan kehilangan kebiasaanku? Aku hanya ingin berkata
kepadanya untuk sekarang, aku pernah mencintai seseorang tapi tidak seberat
ini, aku pernah mengejar seseorang tapi aku tidak berlari sekencang ini, aku
pernah berjuang untuk seseorang tapi tak sekeras ini. Berpikirlah dengan
logika, engkaulah yang aku pilih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar