Minggu, 08 Maret 2015

Untuk Seseorang



                Terkadang dalam hidup kita memerlukan seseorang yang bisa memabuat kita menjadi sosok yang berarti, merasa bila di dekatnya kita bisa jadi apapun yang kita mau dan di depannya lah kita merasa kita mempunyai rasa mencintai, menyukai dan menyayangi yang mendalam. Ya, akhir-akhir ini aku menemukan orang tersebut, dia memang bukan wanita yang selalu di inginkan oleh setiap lelaki seperti aku. Hanya saja sifat yang berbeda di sampaikannya lewat chat dan saat berjumpa langsung. Dia memiliki aura tersendiri! Memang di chat media social dia begitu cuek, seakan kita tak pernah bisa membandingkan dia itu merespon kita atau engga, dan ternyata di dunia nyata saat mata kami saling bertatap, mulut kami saling beradu argument dalam kami berbicara dia memang orang yang seru, tak membosankan dan dia membuat aku merasa nyaman dengan kehadirannya di sampingku. Dari puluhan wanit yang pernah aku dekati mengapa hanya dia yang aku berpikir ingin aku ajak lebih serius, entah karena dia menarik atau apapun aku sendiri tak dapat mendefiniskannya. Dia berbeda, dan itu saja yang dapat aku simpulkan.
Dari awal aku kenal dia, beberapa foto yang di pajangnya di media social selalu aku simpan. Untuk apa? Hanya untuk dapat melihat inilah wanita yang memang aku sukai. Kenapa? Aku tidak tau, karena aku hanya punya alasan bahwa aku suka melihatnya. Dia bahkan pun bisa membuat aku tenang, dia memang cewe yang cuek, tapi dia perhatian. Seakan aku layak untuk melakukan pengorbanan apapun untuknya. Perlahan tapi pasti, aku mulai menyayanginya.
Dalam larut perjalan waktu, kami melakukan hal yang romantis. Aku senang, kenapa? Karena orang yang aku sayang bisa sedekat ini denganku, melewati setiap jalan kenangan dengan perasaan yang berdebar. Sedikit rasa cintaku mulai bertambah, tak ada yang diragukan hanya saja ada yang aneh
Hari itu seakan hari yang beruntung dan hari yang buruk, dia berubah seakan tak pernah mengenal kami satu sama lain. Dia beragumen aku yang salah, dan aku sebaliknya. Padahal ini hanya sebuah masalah yang seharusnya bisa diselesaikan seandai kata dia memang niat denganku. Dia memang kecewa denganku, tapi aku seakan lebih kecewa di buatnya seperti ini. Terlalu banyak pengharapan yang sudah aku gantungkan kepada dirinya, terlalu banyak keinginan dan cita-cita yang aku harapkan kepadanya. Tapi sekarang malah seperti ini, aku akui aku salah, tapi akibatnya tidak harus seperti ini. Kami memang saling membawa perasaan masing-masing, hanya saja aku hanya ingin dia mengetahui aku ingin lebih banyak berjuang untuk mendapatkannya daripada harus seperti ini.
Dia mungkin tak tau aku sedang rapuh tanpanya, dia sudah menjadi kebiasaanku yang memang selalu harus ada di sampingku. Bisa apa aku dengan kehilangan kebiasaanku? Aku hanya ingin berkata kepadanya untuk sekarang, aku pernah mencintai seseorang tapi tidak seberat ini, aku pernah mengejar seseorang tapi aku tidak berlari sekencang ini, aku pernah berjuang untuk seseorang tapi tak sekeras ini. Berpikirlah dengan logika, engkaulah yang aku pilih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar