Assalamualaikum. Akhirnya
kita berjumpa lagi tanpa harus bertemu dengan serangkaian kata yang membentuk
sajak seperti puisi. Kadang kala juga bosan sih kalo cuma nulis blog yang
isinya tentang kesedihan mulu, gue juga harus punya rasa yang beda! Tsahh~
Sebenarnya di blog kali
ini yang bakal gue bahas adalah masalah tentang banyak orang yang memperebutkan
kekuasaan di kursi meja wakil rakyat, ya maksudnya sih berhubungan sama pemilu
gitu. bukannya sok ngurusin rakyat tapi yang mau gue pertanyakan apasih enaknya
rebutan kursi kekuasaan kaya gitu? padahalkan kerjaannya ngurusin rakyat, engga
gampang segitunya lo ngeurusin berjuta-juta umat manusia di Indonesia.
Tapi bukan masalah
rakyatnya yang bakal kita kupas mendalam di post kali ini, tapi tentang masalah
besar yang ada di Indonesia. Apakah itu korupsi? Ohh, bukan. Apakah itu tentang
kemiskinan? Tentu saja bukan. Apakah itu pengangguran? Ohhh, masalah itu belum
tepat. Jadi apakah masalah besar itu? Baiklah, langsung saja ke intinya. Jadi masalah
yang saat ini melanda masyarakat Indonesia adalah, ‘Jomblo’.
Kenapa jadi jomblo yang
menjadi masalah di Indonesia kali ini? seharusnya kalian sadari betapa
menderitanya jomblo di Indonesia. Banyak jomblo yang mengabdi kepada Negara tapi
dia tidak di berikan hak untuk hidup berdampingan. Banyak jomblo yang berkorban
demi Negara tapi dia tidak pernah di perhatikan tentang masalah percintaanya. Apakah
ini yang di maksud dengan Negara yang memiliki kekuasaan hukum di dalamnya?
Banyak jomblo yang
menderita karena ketidakadilan dalam hubungan asmara. Contohnya saja ada
seorang anak pribumi yang mengharumkan nama bangsa, dia di berikan pengharagaan
oleh pemerintah dan di berikan segala kelebihan dalam berkehidupan di Negara ini.
tapi pernahkah pemerintah menanyakan hubungan asmaranya? Mungkin saja anak
pribumi tersebut sedang bersedih karena cintanya yang tak kunjung dia temukan. Padahal
pemerintah tak usah repot-repot memberikan penghargaan mahal kepada anak
pribumi tersebut, hanya berikanlah dia seorang kekasih yang baik hati, mungkin
saja dia bahagia dengan itu.
Bercermin lagi pada
Pancasila, kita lihat sila ke-5. “keadilan
sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Apakah sudah adil hubungan asmara
rakyat Indonesia saat ini? tentu saja jawabannya belum. Kita kupas secara sesama.
Dari sila tersebut terdapat kata “sosial”, yang mungkin artinya secara garis
besar adalah berhubungan, berhubungan itu pasti ada dua orang, dan mungkin saja
dua orang itu adalah sepasang kekasih. Bagaimana dengan jomnlo? Sendiri, tidak
ada yang menemani. Pada siapa dia harus berhubungan sedangkan seorang jomblo
tidak mempunyai seorang kekasih? Sungguh mengenaskan Negara kita ini.
Ingat! Tidak pernah
adil Negara ini bila masih ada seorang jomblo yang teraniyaya karena tidak
memiliki seorang pasangan. Mungkin pemerintah dengan kabinet baru pada tahun
2014 kali ini harus memperhatikan masalah seorang jomblo. Seharusnya seorang
jomblo lama yang belum dapat pasangan itu dilindungi oleh pemerintah dan Negara.
Jadi dari itu hidup seorang jomblo akan terjamin.
Padahal jumlah jomblo
makin hari makin meningkat, jumlah cowo bajingan pun juga bertambah, ditambah
lagi banyaknya jomblo yang belum bisa mendapatkan pasangan hidup yang baru
semakin memperburuk keadaan di Indonesia. Jadi untuk para pemerintah yang baru,
perhatikanlah hidup mereka, karena bila anda bisa mengendalikan dan
memanfaatkan orang jomblo, maka Indonesia termasuk Negara yang maju. Dan sebenarnya seorang jomblo itu adalah seorang pemimpin yang tertunda. Wassallam!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar