Jumat, 09 September 2016

Hanya Merindukanmu, Bukan Mengajakmu Kembali

Ada saat dimana nanti aku akan merasakan rindu karena kamu telah pergi dari hidupku. Akan ada saatnya dan menurutku itu pasti terjadi. Terbiasa selalu berada di sampingmu membuatku sedikit aneh saat menjalani hari-hariku. Biasanya, kita selalu berjalan berdua sekedar untuk membuang rasa jenuh kita terhadap sesuatu atau sekedar melepaskan rindu kita yang begitu menggebu-gebu. Ya, aku sangat merindukanmu.
Banyak hal yang aku ingat tentang dirimu saat kita masih bersama. Seperti kamu yang selalu mengikat kuncir rambutmu yang panjang itu, sepatu Conversemu yang begitu santai saat kamu berjalan, dan pakaianmu yang aku pikir tak semewah dengan perempuan zaman sekarang. Kamu itu terlalu sederhana, sehingga aku selalu mengingat bagaimana dirimu bergaya.
Di balik semua kesederhanaanmu aku mulai merasakan kamu memang layak aku cinta, kamu memang pantas aku sayangi. Kamu tidak menuntut lebih, yang kamu minta saat itu cumalah aku dan waktuku untuk selalu berada disampingmu. Apakah hanya itu yang kamu minta? Padahal aku bisa saja memberikan lebih jika kamu yang meminta. Tapi, dengan rendah hati kamu tolak dan bersungguh-sungguh hanya ingin diriku saja.
Hari demi hari kita jalani berdua, langkah kaki kita selalu beriringan. Minggu demi minggu kita lalui berdua, apapun yang mengganggumu aku akan selalu melindungimu. Hingga akhirnya bulan demi bulan kita lewati kamu mulai berubah disaat aku di puncak untuk selalu mencintaimu.
Kadang hal seperti itu adalah hal yang paling menyakitkan dalam sebuah hubungan. Aku ingin menolak agar kamu pergi dariku juga percuma. Katanya kamu tak ada lagi memiliki rasa denganku, bosan. Pedih mendengarnya tapi aku tak mampu berbuat apa-apa. Sehingga sejak kejadian itu aku harus mulai merelakan dirimu dengan kebahagianmu sendiri.
Kadang kala aku suka tersenyum namun hati menangis saat mengingat kenangan bersamamu. Semuanya manis, tapi perlahan menyakitkan. Bukannya aku tidak mampu untuk berdiri tanpamu, hanya saja aku ingin mengenang apa yang pernah kita lewati dulu. Secara garis besar aku tak berharap kamu, nyatanya aku hanya berharap kenangan itu semua terjadi kembali. Bukan dirimu dalam bentuk nyata.
Sadari, aku merindukanmu bukan untuk mengajak dirimu bersamaku lagi. Karena, semua yang sudah menjadi kesalahan di masalalu tak perlu diungkit kembali. Hanya saja aku merasa masih merindukanmu dalam wujud kenangan tanpa wujud nyata. Tak usah aku terlalu berlarut dengan tiadanya dirimu di keseharianku, tak usah aku menangisi dirimu atas perlakuanmu dulu. Kini, aku menyadari. Aku hanyar merindukanmu, bukan untuk mengajakmu kembali.

oke para pembaca blog yang saya cintai. Mohon maaf hampir 9 bulan saya meninggalkan blog dan lebih fokus untuk menulis di Wattpad. Jadi, di atas adalah sebagian tulisan saya di Wattpad. Boleh kok lihat-lihat atau berkunjung ke Wattpad saya, Rifqi Maulani. Silahkan menikmati tulisan saya yah, terima kasih:)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar