Selasa, 10 Juni 2014

Yang Terlepas

Masa lalu dan arah angin memperkuat diriku
Di saat dirinya memasuki ruang yang ku inginkan
Cerita kelamnya selalu tertuju kepadaku
Hingga ku pertanyakan, perih apa yang aku beri?

Aku tawarkan segala obat hati
Tetap saja hanya aku yang salah

Aku ini hanya sebuah butiran,
Dari debu yang terbuang

Tubuhku terdiam dan tersandar
Kau meloloskan hati kecil yang hanya ingin bersinggah,
Tanpa ingin menetap dengan sadar
Lalu apa aku ini, hanya sebuah titik pena, kah?

Aku berbenah ketika dirimu ada
Yang aku inginkan hanya membuat kisah baru padamu
Tanpa menceritakan peristiwa kelam yang ada
Dan yang aku tahu, itu cuma kamu

Ah, begitu bodohnya hati ini
Dia mempengaruhi otak ini dengan perih
Ah, buang saja kisah kelam ini
Aku hanya ingin merasa tak peduli dengan apa yang terjadi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar