Di
saat dirinya memasuki ruang yang ku inginkan
Cerita
kelamnya selalu tertuju kepadaku
Hingga
ku pertanyakan, perih apa yang aku beri?
Aku
tawarkan segala obat hati
Tetap
saja hanya aku yang salah
Aku
ini hanya sebuah butiran,
Dari
debu yang terbuang
Tubuhku
terdiam dan tersandar
Kau
meloloskan hati kecil yang hanya ingin bersinggah,
Tanpa
ingin menetap dengan sadar
Lalu
apa aku ini, hanya sebuah titik pena, kah?
Aku
berbenah ketika dirimu ada
Yang
aku inginkan hanya membuat kisah baru padamu
Tanpa
menceritakan peristiwa kelam yang ada
Dan
yang aku tahu, itu cuma kamu
Ah,
begitu bodohnya hati ini
Dia
mempengaruhi otak ini dengan perih
Ah,
buang saja kisah kelam ini
Aku
hanya ingin merasa tak peduli dengan apa yang terjadi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar