Masa-masa keemasanku seakan mulai redup,
dulu aku bercahaya entah mengapa sekarang kini aku redup, seredup redupnya. Aku
memang kurang beruntung kali ini di dunia percintaan. Penyesalan mendalam
seakan membunuh hati dan perasaan ini. Ya, cinta belum berpihak kepada diriku.
Aku seakan mendapatkan sebuah balasan karma dari masa laluku, sesakit inikah
yang di namakan karma itu? Bila membunuh suatu hari akan di bunuh, bila
mendustai suatu hari akan di dustai dan bila menyakiti suatu hari akan di
sakiti.
Awalnya aku selalu bertanya, mengapa
cintaku tak pernah seberuntung orang lain? Apa memang sebenarnya aku belum
pantas untuk yang namanya cinta? Ku rasa tidak, semua orang berhak menikmati
apa yang namanya cinta, tetapi mengapa cintaku selalu menyakiti dan di sakiti? Ah,
sungguh tidak adil! Tetapi semakin aku berpikir dewasa semakin ku ingat masa
lalu, terlalu banyaknya aku mendustai sebuah hati hingga aku di balasnya saat
ini.
Persetan dengan masa laluku! Sebuah hal
yang tolol yang semestinya tidak harus di lakukan di masa lalu dan akan terjadi
balasan pada saat ini. Ragaku memang di masa kini, tapi jiwa dan ingatanku
seakan berada di masa lalu. Ya, sekali lagi persetan dengan masa laluku! Aku
mencaci-maki semua yang telah terjadi, bukannya aku merasa angkuh, tapi aku
hanya tidak kuat untuk merasakan semua balasan dari masa lalu.
Penyesalan selalu datang terlambat, bila
dia datang tepat pada waktunya semua itu bukan penyesalan. Sekarang entah
mengapa nasibku begitu menderita seperti ini, sejujurnya hati ini begitu lelah
merasakan untaian-untaian benang beban yang berada di pundakku. Hati
ini seakan menangis, aku seperti di injak-injak dengan masa laluku dan membuat
aku menyesal melakukan hal yang salah di masa lalu.
Aku selalu bertanya kepada tuhan,
mengapa semua ini terjadi? Kenapa semua ini terasa sangat menyakitkan? Apa
memang pantas untukku dapatkan di saatku ingin berpikir dewasa? Oh tuhan, aku
tidak mencaci ketentuanmu, tapi aku hanya bertanya dengan penuh kesedihan di
hati ini. Aku selalu mengemis cinta kepada orang-orang, tapi tetap saja yang
aku dapatkan hanyalah recehan-recehan harapan yang sangat memilukan. Apakah ini
nasibku? Aku selalu membandingkan dengan kisah cinta orang lain, aku lihat
mereka baik-baik saja, sangat jauh berbeda dengan kisah cintaku yang
mengenaskan.
Sekarang aku tau, aku sangat menyesal
dengan semua yang aku perbuat. Aku kehilangan sosok dirimu, entah apa yang
harus aku lakukan saat ini. Memang semua ini salahku lebih dulu, tapi nyatanya
aku semua itu terbayar impas dengan luka-luka ini. Maafkan aku kenangan masa
lalu, aku mengabaikanmu dan menganggap kau tidak akan pernah membalas. Dan
sekarang masa lalu lah yang sangat menyiksa batinku, oh tuhan. Bila ini sudah
jadi ketentuan takdirku dan memang ini sudah jalanku, aku akan mengikutinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar