Ada saat dimana nanti
aku akan merasakan rindu karena kamu telah pergi dari hidupku. Akan ada
saatnya dan menurutku itu pasti terjadi. Terbiasa selalu berada di
sampingmu membuatku sedikit aneh saat menjalani hari-hariku. Biasanya,
kita selalu berjalan berdua sekedar untuk membuang rasa jenuh kita
terhadap sesuatu atau sekedar melepaskan rindu kita yang begitu
menggebu-gebu. Ya, aku sangat merindukanmu.
Banyak
hal yang aku ingat tentang dirimu saat kita masih bersama. Seperti kamu
yang selalu mengikat kuncir rambutmu yang panjang itu, sepatu
Conversemu yang begitu santai saat kamu berjalan, dan pakaianmu yang aku
pikir tak semewah dengan perempuan zaman sekarang. Kamu itu terlalu
sederhana, sehingga aku selalu mengingat bagaimana dirimu bergaya.
Di
balik semua kesederhanaanmu aku mulai merasakan kamu memang layak aku
cinta, kamu memang pantas aku sayangi. Kamu tidak menuntut lebih, yang
kamu minta saat itu cumalah aku dan waktuku untuk selalu berada
disampingmu. Apakah hanya itu yang kamu minta? Padahal aku bisa saja
memberikan lebih jika kamu yang meminta. Tapi, dengan rendah hati kamu
tolak dan bersungguh-sungguh hanya ingin diriku saja.
Hari
demi hari kita jalani berdua, langkah kaki kita selalu beriringan.
Minggu demi minggu kita lalui berdua, apapun yang mengganggumu aku akan
selalu melindungimu. Hingga akhirnya bulan demi bulan kita lewati kamu
mulai berubah disaat aku di puncak untuk selalu mencintaimu.
Kadang
hal seperti itu adalah hal yang paling menyakitkan dalam sebuah
hubungan. Aku ingin menolak agar kamu pergi dariku juga percuma. Katanya
kamu tak ada lagi memiliki rasa denganku, bosan. Pedih mendengarnya
tapi aku tak mampu berbuat apa-apa. Sehingga sejak kejadian itu aku
harus mulai merelakan dirimu dengan kebahagianmu sendiri.
Kadang
kala aku suka tersenyum namun hati menangis saat mengingat kenangan
bersamamu. Semuanya manis, tapi perlahan menyakitkan. Bukannya aku tidak
mampu untuk berdiri tanpamu, hanya saja aku ingin mengenang apa yang
pernah kita lewati dulu. Secara garis besar aku tak berharap kamu,
nyatanya aku hanya berharap kenangan itu semua terjadi kembali. Bukan
dirimu dalam bentuk nyata.
Sadari,
aku merindukanmu bukan untuk mengajak dirimu bersamaku lagi. Karena,
semua yang sudah menjadi kesalahan di masalalu tak perlu diungkit
kembali. Hanya saja aku merasa masih merindukanmu dalam wujud kenangan
tanpa wujud nyata. Tak usah aku terlalu berlarut dengan tiadanya dirimu
di keseharianku, tak usah aku menangisi dirimu atas perlakuanmu dulu.
Kini, aku menyadari. Aku hanyar merindukanmu, bukan untuk mengajakmu
kembali.oke para pembaca blog yang saya cintai. Mohon maaf hampir 9 bulan saya meninggalkan blog dan lebih fokus untuk menulis di Wattpad. Jadi, di atas adalah sebagian tulisan saya di Wattpad. Boleh kok lihat-lihat atau berkunjung ke Wattpad saya, Rifqi Maulani. Silahkan menikmati tulisan saya yah, terima kasih:)