Rabu, 21 Mei 2014

Puisi Tentang Kecewa



Tentang Kecewa

Sunyiku dalam sepi hingga merana
Tawaku berbisik hingga terbahak
Kataku pecah hingga tak berarah
Hinggaku tahu semua tak ada ujungnya

Bosan aku dengan kesedihan, dan 
enyah saja kau, penat!
Ada suatu tempat yang bisa buat aku ramai, 
namanya bertempat di masa lalu

Tapi, apakah aku harus kesana 
membawa tunas mimpi masa depan?

Memang masa lalu menyenangkan, tapi apakah 
salah untuk maju menatap lurus hingga ke depan?
Pecahkan saja kaca itu, biar semua gaduh, 
biar semua musnah bila benda itu hanya 
bisa mengembalikan masa lalu

Ratap matamu adalah ratapan wanita 
pembawa cinta tanpa rasa sakit, tanpa 
luka dan tanpa ksedihan

Sebagaimana malaikat merajut asanya 
menyatukan dua hati yang sebenarnya
tak mencinta menjadi satu padu

Tapi, patutkah semuanya hilang
Hilang karena penghianatan
Hilang karena ketidaksetiaan
Hilang karena orang lain

Ya, malaikat pun menangis mendengarnya
Percumalah rajutan asanya yang awalnya dari 
sehelai benang bila akhirnya harus di sobek jua