Untuk wanita yang aku
kagumi di luar sana,
Hay, apa kabarmu
sekarang? Yang pastinya aku berharap kondisi dan perasaanmu tetap baik-baik
saja dan aku pun tetap mendoakan kesehatan dan ketenangan untuk dirimu.
Bilamana kau menanyakan bagaimana kondisiku saat ini akan ku jawab tidak pernah
sebaik ini, walaupun aku sedang di landa kebimbangan.
Sebenarnya yang aku
rasakan saat ini adalah kerisauan di hati, apakah kau tau rasa rindu yang
sangat menyiksaku saat ini? ya, rasa rindu yang mendalam adalah rasa rindu
kepadamu. Aku tersiksa, aku seakan teraniyaya atas semua yang aku alami saat
ini. Yang membuatku seperti ini adalah suatu pertanyaan yang belum aku tau apa
jawabannya, apakah kamu juga mengalami perasaan yang sama terhadapku? Bila iya,
sungguh aku sangat bersyukur. Bila tidak, hancurlah semua harapanku kepadamu. Dan
bilamana di saat hati sedang merindu, tengah mendalami kerinduan, tapi tidak
ada yang dapat melampiaskan sedihlah hati di makan perasaan itu semua.
Sejujurnya, secara
tidak kau sadari aku selalu memperhatikan semua gerakmu, semua tingkahmu dan
semua kelakuanmu yang bisa aku lihat. Walaupun aku tidak pernah berani untuk
menatap matamu dan juga tidak berani untuk menegurmu tetapi aku berusaha untuk
mendekatimu dengan caraku sendiri. Aku tidak tau apakah caraku ini salah, tapi
aku tetap berjuang untuk mendapatkan setetes balasan cintamu.
Setiap malam ku
sisipkan doa di atas sejadahku dengan lantang namamu aku ucapkan di doaku
sesudah sholat, berharap kau masih bisa menerimaku dan menjadikanku lebih dari
sekedar teman. Ya, lebih dari sekedar seorang teman. Maafkan bilaku lancang
membuat namamu di doaku tanpa memberi tahumu, tapi inilah kenyataannya. Aku
menginginkanmu untuk menjadi seorang pendamping hidup dan melingkarkan tanganku
di tanganmu.
Dan intinya di dalam
suratku ini adalah menyatakan semua penat di hatiku terhadap dirimu, yang
sayang dengan adanya dirimu dan mengaku cinta terhadap apa adanya dirimu. Dan
harusku beranikan untuk mengucapkan kalimat ini, maukah kamu menjadi kekasihku? Memang aku tidak menuntut balasan
karena cintaku pun jarang untuk terbalas, tetapi aku hanya pinta satu, jagalah
hati yang mengharapkanmu, karena belum tentu ada hati yang tulus dan seikhlas
ini menerima seapa adanya dirimu.
Dan bila kau mempunyai
rasa yang sama denganku, beritahu aku secepatnya dan kita rundingkan bagaimana
kelanjutan hubungan kita nanti.
Hanya ini yang dapat ku
sampaikan, sebenarnya kalimat-kalimat ini hanyalah sebuah surat dan bukanlah sebuah puisi.
Hanya saja kata-katanya saja yang indah bagaikan syair para pujangga yang
sedang dilanda kasmaran. cukup sekian suratku ini, ku ucapkan terima kasih karena
telah mau membacanya. Wassalam.